Ulang Tahun Pernikahan, Istri Terima Kabar Duka Dari Malaysia
- Firman Siddik
- 2 Agu 2024
- 2 menit membaca
Tidak ada yang bisa membayangkan bagaimana perasaan Baiq Pademi. Ia menerima kabar duka dihari ulang tahun pernikahannya yang ke delapan tahun.
Kabar duka itu prihal tentang keadaan sang suami yang merantau ke luar negeri menjadi pekerja migran Indonesia di Malaysia. Suami dari Baiq Pademi, Gafur meninggal dunia di Malaya dalam keadaan tragis.
Malang bagi perempuan kelahiran 1998 tersebut. Ia harus menanggung biaya hidup dua orang anak yang sudah dilahirkan dari pernikahannya dengan almarhum.

adbmi.org - Baiq Pademi berupaya tetap tersenyum menyambut siapa saja yang datang menanyakan prihal kabar sang suami. Meski begitu, senyum yang terpancar dari raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan perasaannya selama ini.
Kabar duka yang datang dari Malaysia di hari ulang tahun pernikahannya begitu pilu bagi Baiq Pademi dan keluarga. Pasalnya, sang suami meninggal dunia karena tertembak 20 butir peluru.
Sebelumnya pihak keluarga menyebut sekitar tujuh butir peluru. Namun setelah di otopsi di rumah sakit, total 20 peluru menembus tubuh Gafur, suami dari Pademi.
Gafur tewas ditangan suku Dayak Iban di kawasan Bandar Simpang Nguh Kawasan Ulunia Negeri Serawak Malaysia. Ia ditembaki setelah berupaya mengamankan barang - barang miliknya yang dicuri oleh masyarakat pedalaman Malaysia tersebut.
Berita kematian Gafur sampai ke keluarga pada Senin 29 Juli 2024 kemarin. Pihak keluarga menerima kabar tersebut langsung dari teman kerja Gafur.
Gafur berasal dari Dusun Cengok Desa Waringin Kecamatan Suralaga kabupaten Lombok Timur, NTB.
Kado Ulang Tahun Pernikahan Baiq Pademi Terbungkus Peti Mati Berisi Jenazah Sang Suami
Bulan April 2024 kemarin adalah ulang tahun pernikahan Baiq Pademi dan Gafur. Mereka sudah menikah selama 8 tahun lamanya.
"Kami sudah menikah selama 8 tahun," terang Baiq Pademi, 1 Agustus 2024 kemarin kepada penulis.
Dari pernikahannya ini dikaruniai dua orang anak perempuan yang masih belia. Anak pertama bernama Ratifa Safitri yang kini duduk di bangku taman kanak - kanak.
"Yang nomor dua masih berumur 8 bulan, namanya Cahya Asifa," terangnya sembari tersenyum menyembunyikan kepedihan yang dialaminya.
Ia sampai kini masih menunggu kejelasan kapan jenazah sang suami akan sampai rumah.
"Kami masih menunggu, semoga lebih cepat lagi," terang Baiq Pademi.

Commenti